Friday, July 19, 2013

Sebelum Senja

Posted by Santa Maya Pramusita at 3:50 PM 3 comments



"Silakan kopinya."
"Makasih mbak."
Seraya si pelayan pergi, kusesap perlahan cappuccino pesananku. Hangat.

Bagiku, kopi ialah pemanis di kala senja. Aku tidak paham dengan anggapan orang-orang yang membenci kopi hanya karena ia pahit. Pahitnya kopi mampu menyadarkanku bahwa hidup tidak selamanya manis. Kopi sanggup membuatku nyaman meski kepala sedang suntuk-suntuknya. Dan kopi ialah teman yang baik bagi mereka yang sedang sendiri. Seperti orang yang sedang menunggu. Seperti aku.

Sunday, June 23, 2013

Goresan Tertanda dan Terakhir

Posted by Santa Maya Pramusita at 7:55 PM 1 comments
 Barisan nada kata ini tercanting untukmu, hai pelajaran terbaikku....

Friday, June 14, 2013

Move: ON!

Posted by Santa Maya Pramusita at 5:37 PM 4 comments
Entah kenapa, di hari yang mendung ini gue jadi tertarik untuk sharing tentang satu hal yang gampang banget buat diucapin, tapi susah dilakuin. Yep.. apalagi kalo bukan MOVE ON!
Kalian pasti pernah kan berada dalam suatu posisi dimana kalian mencintai seseorang, tapi semesta seolah nggak mengizinkan. Keadaan seolah menghalangi kalian untuk terus maju. Entah karena beda keyakinan, beda ras, si doi udah taken, atau orang tua nggak setuju. Pokoknya adaaa aja cara semesta untuk menghalang cinta kalian.

Tuesday, May 14, 2013

Perempuan Dalam Mimpi [Episode 3]

Posted by Santa Maya Pramusita at 5:03 PM 2 comments

Aku menyadari bila tak ada yang abadi dalam panggung kehidupan ini. Aku menyadari bila semua hal mempunyai batas waktu. Tapi mengapa batas waktu hidupnya sangat singkat? Berkali-kali kusalahkan Tuhan atas kematian perempuan yang aku cintai itu. Mengapa tak Kau kuatkan tubuhnya sampai aku mengingat segalanya? Mengapa tak Kau ijinkanku melihat dirinya untuk terakhir kali? Mengapa tak Kau sembuhkan saja dia, Tuhan? Kupukul setir yang ada di depanku perlahan. Mencoba meluapkan apa yang mengganggu otakku malam ini. Kepalaku terasa pening, emosiku naik mencapai ubun-ubun. Sesampainya di rumah, kuputuskan untuk langsung merobohkan diri di sofa.
Blogger Widgets
 

The Journal Of Life Journey